Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Remaja


Perkembangan emosi bergantung pada faktor pematangan (maturation) dan faktor belajar. Kedua faktor tersebut saling terkait dalam mempengaruhi emosi, tetapi faktor belajar lebih penting, karena belajar merupakan faktor yang lebih dapat dikendalikan, sedangkan faktor pematangan agak sulit dikendalikan. 
a.  Faktor Pematangan
Perkembangan kelenjar endokrin penting untuk mematangkan perilaku emosional. Faktor pematangan dapat sedikit dikendalikan dengan cara menjaga kesehatan fisik dan memelihara keseimbangan tubuh.

Pembentukan Karakter Anak sesuai Nilai Budaya Bangsa

Agar terbentuk karakter anak yang sesuai dengan nilai-nilai luhur dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, yang meliputi:
  1. Tanggung jawab; penanaman nilai ini bertujuan agar remaja memahami kewajibannya untuk melakukan sesuatu sepenuh hati tanpa merasa terpaksa atau terbebani.
  2. Kejujuran; nilai ini terkait dengan ketulusan hati dan kelurusan hati untuk berbuat benar.  (tidak berbohong dan tidak berbuat curang).

Penerapan Karakter Kebangsaan pada Peserta Didik

Kata karakter berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti mengukir sehingga terbentuk sebuah pola. Sedangkan menurut  Pusat Bahasa Depdiknas, karakter adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah, seseorang yang berusaha melakukan hal-hal terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan Negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya)

Perkembangan Moral dan Agama Peserta Didik

Tugas perkembangan ini berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan, yang berkewajiban untuk beribadah. Ibadah ini misinya adalah untuk memperoleh kesejahteraan, kebahagiaan atau kenyamanan, baik di dunia maupun di akhirat. Perkembangan moral, keimanan dan ketakwaan ini merupakan tugas perkembangan yang penanamannya dimulai sejak usia dini. Pada usia remaja, nilai-nilai moral, agama, dan karakter  harus sudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.